Padamaran - Asahan Butuh Rp 160 M

Agung
Padamaran - Asahan Butuh Rp 160 M
net
DPRD
PEKANBARU.RIAU (X) - Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Rokan Hilir (Rohil) - Rokan Hulu (Rohul) Tabrani Makmun mengharapkan dukungan dana provinsi untuk pembangunan Jalan Padamaran (Kabupaten Rokan Hilir) – Tanjung Balai Asahan (Sumater Utara). Jika terealisasi akan mampu mempersingkat jalur Pekanbaru – Asahan 3 jam.

“Jalan Padamaran perlu dibangun. Saat ini sudah selesai Jembatan Padamaran yang akan selesai keseluruhan tanggal 1 Desember. Jadi, kita minta cepat dimasukan dalam APBD Riau 2013. Sebab janjinya provinsi yang akan menimbun dan pengaspalan oleh pusat lewat dana APBN,” demikian dikatakan Tabrani.

 
Hanya saja sejauh ini perhatian pemprov Riau mulai berkurang. Ini dibuktikan dengan terus menurunnya anggaran yang diperuntukkan untuk pembangunan jalan tersebut. Seperti tahun pertama dapat Rp 50 milyar 2010, 2011 dapat 20 milyar, 2012 dapat Rp 15 milyar.

“Ruas jalannya sepanjang hampri 100 km. Jalan ini tembus ke Tanjung Balai Asahan Sumut, dari Bagan Siapi-api. Jalurnya dari Padamaran ke Kubu, Kubu ke Sungai Daun terus ke Panipahan baru perbatasan Sumut yakni Kabupaten Tanjung Balai Asahan,” jelas Tabrani.

Jika terealisasi maka ini jalur merupakan jalur alternatif untuk wilayah pesisir. Dari jalur alternatif ini dapat mempersingkat waktu lebih cepat 3 jam. Jika dari Pekanbaru - Medan 14 jam, dengan adanya jalur ini bisa lebih singkat mejadi 11 jam.

“Sekarang lewat Kota Pinang, jadi bisa lebih dekat kalau dibangun. Maka kita minta Rp 60 milyar karena PON tidak ada, maka infrastruktur jalan ditambah. Dengan teksturnya tanah bergambut, maka timbunnya mahal, sekarang baru base/ penimbunan. Rp 60 milyar itu juga baru untuk penimbunan jalan,” ujarnya.

Dikatakan dirinya akan meminta Rp 60 milyar dalam APBD Riau 2013. Alasannya, APBD Riau adalah milik dari dan oleh serta untuk rakyat. Bukan lagi untuk hura-hura.

“Untuk pengaspalan kita minta dana dari APBN, pusat sudah pernah janji. Maka kita pegang janji saja dulu, dan ini tergantung pendekatan kita ke pusat. Kalau untuk pengaspalan saja maka butuh Rp 100, tapi kalau dengan sistem rigid lebih mahal lagi,” terang Tabrani.

Ia berharap pembangunan jalan di Riau dilakukan seperti di Palau Jawa dengan mengunakan dasar dasar batu besar, dilanjutkan dengan batu kecil. Sementara di Riau dasar penimbunan adalah tanah baru aspal. Bahkan imbuhnya kalau di Jawa setelah dirigid dilanjutkan dengan pengaspalan.(rr)
Tag:DPRD