Menanggapi Kerusakan Jalan Garuda, DPRD Desak Pemerintah Awasi Angkutan Melebihi Tonase

redaksi
Menanggapi Kerusakan Jalan Garuda, DPRD Desak Pemerintah Awasi Angkutan Melebihi Tonase
Ist
Petria Naspita.
Xnewss.com, Dumai  - Kondisi tanah yang berbukit dan tidak padat atau lembek menjadi penyebab utama kerusakan badan Jalan Garuda Simpang Murini. Perbaikan jalan utama penghubung antara  tiga Kelurahan, di Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai ini membutuhkan waktu lama karena perlu dilakukan pengerasan sebelumnya. Namun tetap perlu dilakukan sebab menjadi lalu lintas nadi prekonomian masyarakat.


Jalan utama yang menjadi nadi prekonomian di tiga Kelurahan itu banyak dilalui truk angkutan industri seperti dump truck dan mobil tangki cpo bermuatan yang diketahui kawasan tersebut tidak terdapat indistri cpo. 


Petria Naspita, Ketua Komisi II yang membidangi prekonomian ini mengatakan, sesuai data yang telah diterima dari masyarakat, bahwa perusahaan angkutan hasil pertanian warga telah banyak berbuat. Mereka telah menyisihkan anggaran untuk pemeliharaan jalan tetapi hingga saat ini badan pengelolanya belum mampu mengantisipasi kerusakan akibat kendaraann tersebut.


Lanjut politisi partai Gerindra ini menjelaskan, menurut mereka dana dari pihak perusahaan RAM buah sawit itu tidak memadai sebab, kerusakan diperparah dengan adanya angkutan material pekerjaan jalan tol yang notabenenya kendaraan itu jauh melebihi kapasitas beban jalan sehingga memperparah kerusakan.


Memprihatinkan kondisi jalan Garuda Simpang Murini saat ini, hingga memancing aksi spontanitas warga dengan menanam pohon pisang.


Ditambahkan Petria, sampai kapanpun jalan yang telah diperbaiki pasti tetap akan rusak, karena pengawasan yang lemah terhadap mobil angkutan barang melebihi tonase.


Jalan umum masih dijadikan satu dengan truk angkutan material dan alat berat pembangunan jalan tol dan kebun dari perusahaan yang belum ada memberikan kontribusi kepada warga setempat, terutama dalam memelihara badan jalan.


"Saya menyarankan, agar pemerintah lebih ketat dalam pengawasan terhadap truk angkutan matrial dan ketentuan agar angkutan sawit dalam meningkatkan prekonomian warga dilakukan sebuah tindakan khusus yang ada kontribusi sebagai warga," tutupnya sembari menyarankan ke Pemerintah Kota Dumai.(Sa)

Penulis
: redaksi