Mengajak Masyarakat Terapkan Prokes Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

redaksi
Mengajak Masyarakat Terapkan Prokes Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan
F. Rian
Masyarakat terjaring Ops Yustisi Penegakan Prokes Covid-19 di Kota Dumai diberi sanksi membersihkan tempat ibadah. 

Xnewss.com, Dumai - Upaya Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Bahkan, berbagai instansi seperti TNI, Polri juga turun tangan dalam mensukseskan program Pemerintah upaya mengakhiri masa pandemi ini.

Namun, upaya apapun yang dilakukan seperti tidak ada gunanya jika masyarakat itu sendiri tidak sadar akan pentingnya menegakkan Protokol Kesehatan dimasa Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung.

Akan tetapi untuk mengubah mindset masyarakat agar menerapkan Prokes tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski tim gabungan terus melakukan Operasi Yustisi hingga sidak ke lokasi keramaian masih ditemukan masyarakat yang melanggar Prokes.

Seperti halnya yang terjadi di Kota Dumai, Riau, dalam operasi Yustisi yang digelar tim gabungan, Rabu (25/08/2021) masih ditemukan masyarakat yang mengindahkan Prokes.

Operasi Yustisi semakingencar dilakukan dalam rangka Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Terkait Protokol Kesehatan di Kota Dumai. Tim gabungan Satpol PP Kota Dumai dan Tim gabungan TNI Polri, di pusatkan di Jalan Pawang Sidik.

‎Target dari Operasi Yustisi 2021itu adalah, masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker saat berkendara maupun saat berada di luar rumah.

Kasat Pol PP Kota Dumai, Yudha Pratama Putra mengungkapkan, bahwa dasar pelaksanaan razia prokes ini adalah peraturan walikota nomor 65 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Menurutnya, kegiatan yustisi dalam penegakan Perwako Nomor 65 Tahun 2020, ini akan dilakukan selama tiga hari di pusat-pusat keramaian dan perlintasan masyarakat.

Yudha mengaku, dari hasil kegiatan Yustisi di jalan Pawang sidik ‎ternyata masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menjalankan Prokes. Hal itu terbukti hasil operasi ditemukan sedikitnya 54 orang pelanggar Prokes yakni tidak menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah.

"Ternyata memangprokes masih saja longgar ditengah masyarakat, padahal terus kita ingatkan, dari razia masker kali ini (Rabu)kita berhasil menjaring sekitar 54 pelanggar Prokes, tidak menggunakan masker," katanya Rabu (25/08/2021).

Mantan Camat Dumai Selatan itu juga menyampaikan, pemerintah dan seluruh instansi di Kota Dumai terus melakukan upaya pencegahan mulai dari edukasi, sosialisasi hingga penindakan seperti Ops Yustisi kali ini.

"Meski demikian, tidak bosan-bosannya akan tetap terus memberikan pengetahuan dan informasi terkait pentingnya menerapkan Protokol kesehatan, karena ini demi kebaikan kita semua yakni seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Dumai," urainya.

Menurutnya, dari hasil Operasi Yustisi bersama tim gabungan, ternyata kesadaran masyarakat akan menerapkan prokesmasih rendah. Hal ini menjadi perhatian bersama, dimana pemerintah akan terus berupaya agar masyarakat tidak longgar penerapan Prokes.

"Kita menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan Prokes, padahal saat ini angka akumulasi kasus di kota Dumai sudah menyentuh 9.883 kasus," sebutnya.

Yudha menambahkan, untuk giat kali ini, tim gabungan hanya memberikan sanksi sosial kepada masyarakat yang tak taat akan prokes. Meski demikian, dalam kegiatan baik itu, penegak hingga himbauan jajarannya tetap mengutamakan humanis kepada masyarakat sebagaimana instruksi Walikota Dumai.

‎"Kita berikan sanksi sosial untuk membersihkan tempat ibadah yang ada di jalan Pawang Sidik ini, semoga bisa memberikan efek jera," imbuhnya.

Disamping itu, dirinya juga berharap kepada masyarakat untuk terus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, karena ini sangat penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Dumai.

"Selalu gunakan masker, ini sangat penting sekali, jangan anggap sepele, dan jika keluar rumah baik pagi, siang, sore dan malam, tetap gunakan masker saat ini kita masih melaksanakan PPKM level 3," pungkasnya.

Sementara itu, Rudi salah seorang warga yang terjaring dalam operasi Yustisi tersebut mengatakan, bahwa dirinya hanya terlupa membawa masker ketika keluar dari rumah, yang mana pada waktu bersamaan tim gabung menggelar razia.

"Lupa bawa masker, biasanya kalau berpergian terus bawa masker. Akan tetapi karena buru-buru keluar rumah jadi lupa bawa masker," ungkap pria berbadan kurus itu sembari membersihkan tempat ibadah.

Ia menyadari, bahwa saat ini kasus Covid-19 di Kota Dumai masih cukup tinggi, untuk itu ia berjanji tidak akan lalai lagi dalam penerapan Prokes. "Saya janji tidak akan melanggar Prokes lagi, kedepannya kemanapun saya pergi akan membawa masker dan menerapkan Prokes Covid-19 lainnya," tutup singkatnya. (Ras)

Penulis
: Rian