Di sisi lain, Disnaker Kota Dumai kini berada di posisi sulit. Upaya mediasi yang diharapkan menjadi titik temu justru menemui jalan buntu. Bola panas kini berada di tangan perusahaan. Apakah mereka akan terus memilih bersembunyi di balik ketidakhadiran, atau berani menghadapi Yeni Jati dan 30 pekerja yang kini terus merapatkan barisan?
Satu hal yang pasti, Yeni telah mengunci pintu kompromi. Tanpa ada pertemuan tatap muka yang transparan, konflik ini dipastikan akan terus memanas hingga ke meja hijau atau aksi massa di lapangan. (Agung)