"Kami dari pihak kelurahan dan kecamatan sudah berupaya maksimal untuk membangun komunikasi. Namun, sampai hari ini, pihak PHR sama sekali tidak memberikan respons. Jangankan untuk duduk bersama membahas solusi, dihubungi via telepon saja, mereka enggan menjawab," ungkap Rahma Yani dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PHR terkait tudingan minimnya kepedulian terhadap warga di sekitar wilayah operasional mereka. Warga kini hanya bisa berharap, ada itikad baik dari perusahaan untuk kembali membuka ruang dialog dan memulihkan tanggung jawab sosial yang selama ini dirindukan. (Agung)