Ketua Komunitas Pencari Kerja Kota Dumai, Rahma Yani atau lebih dikenal Yeni Jati ikut angkat bicara. Ia menyoroti persyaratan spesifik dalam kedua poster tersebut. Pada poster pertama tentang, pembatasan latar belakang pendidikan hanya untuk lulusan SLTA/Setara dari jurusan tertentu (seperti SMA/MA IPA, SMTI, SMK Teknik, hingga SMA Analis Kimia) serta batasan kelulusan empat tahun terakhir menjadi sorotan utama.
Tak berhenti di situ, kekecewaan Yeni bertambah saat melihat poster yang dikhususkan bagi lulusan D3. Persyaratan yang dipatok kian rigid: mulai dari kewajiban berstatus fresh graduate, batasan usia maksimal 25 tahun, hingga keharusan memiliki IPK minimal 2.75 dengan akreditasi perguruan tinggi minimal B atau baik sekali.
Bagi Yeni, akumulasi syarat administratif dalam kedua poster tersebut adalah tembok penghalang bagi anak daerah untuk berkompetisi.
"Seharusnya tidak perlu ada batasan tamatan yang kaku, baik untuk tingkat SLTA maupun D3. Apalagi di daerah operasional seperti Dumai, yang kita butuhkan adalah peluang nyata agar anak-anak tempatan bisa bekerja dan mencari pengalaman kerja, bukan justru dipersulit dengan syarat yang menutup ruang gerak mereka," ujar Yeni dengan nada geram.
Ia menegaskan, perusahaan berskala nasional seperti Pertamina seyogianya lebih fleksibel dalam mengakomodasi potensi sumber daya manusia lokal. Rahma khawatir, jika syarat administratif seperti batasan IPK dan akreditasi dan batasan jurusan tetap menjadi harga mati, putra-putri daerah yang memiliki kompetensi dan kemauan keras justru terpinggirkan hanya karena tidak memenuhi kriteria kaku yang dipatok dari pusat.
Dalam kacamata Yeni, keterlibatan tenaga kerja lokal bukan sekadar perihal mengisi posisi, melainkan bentuk keberpihakan industri terhadap masyarakat yang bersinggungan langsung dengan operasional perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertamina Patra Niaga belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang dilontarkan oleh komunitas pencari kerja tersebut.
Sementara itu, di media sosial, perdebatan mengenai syarat-syarat dalam postingan recruitment terus bergulir, mencerminkan harapan besar warga Dumai untuk mendapatkan akses pekerjaan yang lebih inklusif di rumahnya sendiri. (Agung)