Adapun Bantuan Bangkeu tersebut, tidak hanya alat cuci darah saja, bahkan dilengkapi dengan alat-alat lainnya seperti tempat, Kursi, Ruangan Pendingin udara dan lainnya. Dijelaskan Sekda Rohil, persiapan tenaga ahli medis tersebut siap terdidik sebanyak empat orang, mereka berasal dari unsur Dokter Spesialis Dokter Umum, dan dua orang perawat dan telah menjalankan latihan selama tiga tahun enam bulan dikota medan Sumut. "Tahap berikutnya pemkab akan menerima kunjungan tim Visitasi dari sumatera barat, mereka, red, berwewenang memberikan izin layak atau tidak layaknya alat Hemodialisa tersebut, nanti sekaligus louchingnya," Ujarnya.
* Pemda Rohil Dukung Program BPJS *Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Drs. H. Surya Arfan, M.Si menghadiri acara Fokus Gruop Discussion (FGD) BPJS menuju Universal Health Coverage (UHC) di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (30/8/2018).
Kegiatan ini dihadiri oleh Walikota dan Bupati se-Riau. Drs. H. Surya Arfan, M.Si menuturkan, Pemerintah Kabupaten Rohil mendukung program BPJS ini. Apalagi, ini merupakan program pusat dan instruksi langsung dari Presiden Jokowi yang tertuang dalam Inpres nomor 8 tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). "Kita mendukung program ini," tegas Sekda.
Namun, kata Sekda lagi, untuk saat ini kendala yang dihadapi Rohil adalah terkait validasi data antara penduduk miskin melalui bantuan dan dana JKN, Jamkesda dan mandiri.
Namun demikian, Pemkab Rohil tetap berusaha melakukan penyempurnaan dan perbaikan terhdap validasi tersebut. Bahkan Kualitas pelayanan RS rujukan perlu ditingkatkan. Yang menjadi persoalan saat ini, terang Sekda Rohil, program ini harus dianggarkan melalui APBD kabupaten/kota.
Sementara untuk Rohil ketersediaan dana melalui APBD dinilai memberatkan karena keterbatasan dana Pemda. "Saat ini masalah sumber dana yang menjadi persoalan. Kalau untuk programnya sangat mendukung. Kita harapkan pusat berikan solusi, sehingga program ini berjalan sesuai harapan," pungkas Sekda. (Adventorial)