Lahan 0,5 Hektare di Batu Teritip Terbakar, Kapolsek Sungai Sembilan Pimpin Pemadaman

redaksi
Lahan 0,5 Hektare di Batu Teritip Terbakar, Kapolsek Sungai Sembilan Pimpin Pemadaman
Xnewss.net, DUMAI - Kepolisian Resor (Polres) Dumai melalui Kepolisian Sektor Sungai Sembilan bergerak cepat mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Kali ini, lahan semak belukar di Kecamatan Sungai Sembilan dilaporkan terbakar, Senin (1/6).


Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Sungai Sembilan IPTU Apriadi SH MH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Begitu mendapatkan laporan, personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi, pemadaman, hingga pendinginan.


"Benar, sejak pukul 10.00 WIB tadi pagi, tim di lapangan sudah bergerak cepat melakukan giat verifikasi serta pemadaman dan pendinginan karhutla guna memastikan api tidak meluas," ujar IPTU Apriadi kepada Xnewss, Senin (1/6) malam.


Berdasarkan data Kepolisian, kebakaran tersebut tepatnya melanda kawasan di Jalan Sinepis Kecil, RT 013, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, petugas mendeteksi adanya dua titik api (hotspot) dengan koordinat N 2.12695, E 101.15615 dan N 2.12525, E 101.15700.


"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai setengah hektare (±0,5 hektare). Karakteristik lahannya merupakan tanah mineral dengan vegetasi semak belukar. Saat ini status kepemilikan lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang," jelas Kapolsek.


Perjuangan tim gabungan untuk menjinakkan si jago merah di Kelurahan Batu Teritip ini terbilang tidak mudah. Selain jarak yang cukup jauh, tim juga harus berhadapan dengan minimnya pasokan air di sekitar lokasi kejadian.


"Tantangan di lapangan cukup berat. Jarak tempuh dari Mapolsek Sungai Sembilan menuju TKP mencapai kurang lebih 75 kilometer. Ditambah lagi, parit ukuran 2 x 2 meter yang menjadi sumber air di sekitar lokasi kondisinya sudah mulai mengering," ungkap IPTU Apriadi.


Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas. Sebanyak 18 personel gabungan bahu-membahu di lokasi. Tim ini terdiri dari Polri 5 personel, RPK PT Diamond 10 personel, dan masyarakat 3 orang.


Untuk mendukung pergerakan, tim mengandalkan 6 unit kendaraan roda dua guna menembus medan yang sulit, serta mengerahkan 2 unit mesin pompa ministreker untuk memaksimalkan sisa sumber air yang ada.


Berkat kerja keras dan sinergitas personel gabungan di lapangan, kobaran api utama berhasil diredam. Kendati demikian, petugas masih tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam total.


"Kondisi terakhir di TKP saat ini sudah tidak ada api besar, hanya menyisakan asap tipis. Petugas masih melakukan pendinginan. Secara umum, situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali," tutup Kapolsek Sungai Sembilan. (Agung)