Berdasarkan data Kepolisian, kebakaran tersebut tepatnya melanda kawasan di Jalan Sinepis Kecil, RT 013, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, petugas mendeteksi adanya dua titik api (hotspot) dengan koordinat N 2.12695, E 101.15615 dan N 2.12525, E 101.15700.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai setengah hektare (±0,5 hektare). Karakteristik lahannya merupakan tanah mineral dengan vegetasi semak belukar. Saat ini status kepemilikan lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang," jelas Kapolsek.
Perjuangan tim gabungan untuk menjinakkan si jago merah di Kelurahan Batu Teritip ini terbilang tidak mudah. Selain jarak yang cukup jauh, tim juga harus berhadapan dengan minimnya pasokan air di sekitar lokasi kejadian.
"Tantangan di lapangan cukup berat. Jarak tempuh dari Mapolsek Sungai Sembilan menuju TKP mencapai kurang lebih 75 kilometer. Ditambah lagi, parit ukuran 2 x 2 meter yang menjadi sumber air di sekitar lokasi kondisinya sudah mulai mengering," ungkap IPTU Apriadi.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas. Sebanyak 18 personel gabungan bahu-membahu di lokasi. Tim ini terdiri dari Polri 5 personel, RPK PT Diamond 10 personel, dan masyarakat 3 orang.
Untuk mendukung pergerakan, tim mengandalkan 6 unit kendaraan roda dua guna menembus medan yang sulit, serta mengerahkan 2 unit mesin pompa ministreker untuk memaksimalkan sisa sumber air yang ada.
Berkat kerja keras dan sinergitas personel gabungan di lapangan, kobaran api utama berhasil diredam. Kendati demikian, petugas masih tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam total.
"Kondisi terakhir di TKP saat ini sudah tidak ada api besar, hanya menyisakan asap tipis. Petugas masih melakukan pendinginan. Secara umum, situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali," tutup Kapolsek Sungai Sembilan. (Agung)