XNEWSS-BENGKALIS - Operasi kendaraan penumpang dan barang (penumbar) di Dishubkominfo Kabupaten Bengkalis selama setahun ini sama sekali tidak terdengar. Padahal penertiban kendaraan penumbar itu merupakan agenda rutin yang harus dilaksanakan dinas terkait.
Kepala Dishukominfo Kabupaten Bengkalis Emri Juliharnis didampingi Kepala Bidang Darat Radius Akima mengaku, operasi penumbar terkendala
dana operasional. Karena sepanjang pelaksanaan operasi dalam aturan harus melibatkan aparat hukum terkait.
“Operasi penumbar kita memang akhir-akhir ini jarang kita laksanakan, karena terbentur dana operasional. Soalnya ketika kita usulkan
anggaran operasionalnya, justru anggaran itu dicoret dewan,”terang Radius Akima kepada sejumlah wartawan baru-baru ini.
Radius mengaku, operasi penumbar itu sebenarnya merupakan tugas rutin SKPD. Mengingat kondisi angkutan penumbar di Bengkalis yang sudah
mulai banyak, tentunya perlu diupayakan penertiban. Mungkin disana terdapat, kendaraan yang sudah tidak berlaku lagi uji kendaraan atau
KIR nya.
Ia juga menambahkan, operasi penumbar ini tidak hanya di Bengkalis saja. Akan tetapi perlu dilakukan disejumlah Kecamatan lainnya.
Seperti Kecamatan Bukitbatu, Mandau, dan Pinggir. Karena diwilayah tersebut mobilisasi kendaraan penumbar mengalami peningkatan setiap
tahunnya.
“Kita akan coba upayakan operasi Penumbar tetap terlaksana, karena hal ini merupakan upaya untuk penertiban kendaraan yang administrasinya
terbilang tidak lengkap, dan dikhawatirkan membuat warga merasa tidak nyaman, selain itu juga memberikan kesadaran kepada warga terhadap
wajib pajak,”tandasnya.
reporter
Puput