XNEWSS-DUMAI--Aneh-aneh saja, orang ditimpa masalah malah ada yang mencari keuntungan. Bayangkan jika anda yang menjadi posisi itu, apa perasaan anda. Itulah bahasa yang terlontar di kalangan kebanyakan orang terhadap tingkah laku sang penjaga salah satu warnet yang telah memegang p dan menyimpan vidio mesum berdurasi 5 minit lebih yang dilakoni oleh pelajar SMP di Kota Dumai.
Hasil penyusuran X Newss.com, Kasek SMP yang berdomisili di wilayah Kecamatan Dumai Selatan itu, Jasmadi, kepada Xnewss.com, Selasa 6 Nopember 2012 menyelaskan, bahwa korban sempat membantah, jika pemeran dalam vidio itu adalah dirinya ketika ditemani orang tuanya pada 24 Oktober lalu. Ke esokan kembali menemui manajemen sekolah dan mengakui perbuatanya tersebut.
" Setelah di mintai keterangan disaksikan kedua orang tua dan pihak sekolah. Permuatanya itu tidak semata-mata hanya sekedar iseng dan waktu itu tidak ada rasa apa-apa. Karena hanya iseng-iseng, bukan benar-benaran. Dikemudian hari dirinya yang berinisial AJ siswa kelas IX itu terkejut setelah ada mendapat ancaman, kalau tidak memberikan uang sekitar 400 ribu, maka vidio itu akan disebar luaskan," Ujar Jasmadi mengulangi pernyataan AJ sang korban bintang flim Porno.
Ditegaskan Jasmadi kalau dalam vidio mesum siswa SMP yang sempat menghebohkan Kota Dumai,terdapat 2 siswa anak didiknya yang ada dalam vidio tersebut. Pemeran Wanita berinisial Aj pelajar kelas 9 dan GM murid kelas7 disekolahnya.
"Dalam vidio tersebut 2 diantaranya adalah murid SMPbinaan saya yaitu berinisial Aj dan Gm. Sementara yang lainnya bukan murid kita namun dari keterangan AJ mereka adalah rekan AJ dan masih duduk dibangku sekolah di Kota Dumai ini," kata Jasmadi yang mengharapkan kalangan wartawan juga ikut membongkar rekan-rekannya AJ jangan terlalu memojokkan lembaga dibawah didikannya.
Menurut Kasek dibawah naungan perusahaan BUMN itu , pihak sekolah tidak pernah memberhentikan AJ karena didalam dunia pendidikan tidak ada kata pemberhentian, namun di kembalikan kepada orang tua korban dan lagian semenjak pengakuan tersebut korban yang masih tercatat sebagai siswa tidak lagi masuk sekolah dan kabarnyapun hingga kini tidak diketahui.
Untuk diketahui, kedua siswa dibawah naungan Jasmadi adalah anak yang sopan apa lagi yang prempuan berbusana sopan dan mengunakan terudung (jelbab red). Begitu juga dengan GM yang tergolong baru, tapi tak menunjukan gelagat yang mencurigai serta membosankan pihak sekolah, kedua-duanya tergolong anak baik, mungkin ini akibat pengaruh dari luar.
Sementara itu Kapolres Dumai AKBP Ristiawan Bulkaini SH Msi ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Taufiq Hidayat SH SIK, Selasa (6/11) mengkau terkejut adanya dugaan pemerasan dalam peredaran vidio porno tersebut.
"Kita tidak ada mendapatkan laporan beredarnya vido porno maupun dugaan adanya pemerasan hingga vidio tersebut beredar dan di up load melalui internet baik dari korban, keluarganya maupun pihak sekolah," ujar Kasat.
Pihak kepolisian akan melakukan penyidikan terhadap kasus ini terkait peredaran vido dan peng up loadtan vidio tersebut ke webset You tube dab dugaan pemerasan sebagaimana yang diakui oleh AJ kepada orang tua dan pihak sekolahnya tersebut, tegas AKP Taufiq.
Reporter
Alif.C
Editing
Xnewss