AMBON: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
Mohammad Nuh menegaskan bahwa variasi soal pada Ujian Nasional (UN) 2013
yang akan ditingkatkan jenisnya dibandingkan dengan UN 2012 akan dapat
meningkatkan konsentrasi peserta ujian.
"Rancangannya sudah disiapkan dan berdasarkan kajian sementara
akan strategis bagi peserta UN, karena mereka bisa lebih konsentrasi
dalam mengerjakan lembaran - lembaran soal," katanya di Ambon, Maluku,
Minggu (14/10) malam.
Di sela-sela pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)
mahasiswa tingkat nasional ke-12 di Ambon, ia mengaku optimistis para
peserta UN bakal tenang mengerjakakan soal - soal, karena 20 peserta
dalam satu ruang akan mengerjakan 20 variasi sosial, sehingga peserta
tidak mengalami gangguan dari temannya.
"Terpenting peserta UN lebih konsentrasi, baik sejak persiapan
hingga saat UN karena mempersiapkan diri seoptimal mungkin agar berhasil
lulus," ujarnya.
Lebih dari itu, katanya, bisa meningkatkan kepercayaan diri peserta UN sehingga meningkatkan kualitas lulusan.
Menurut dia, upaya yang dirancang itu juga akan mengantisipasi
kemungkinan adanya kebocoran soal yang sering meresahkan para siswa
sehingga melakukan hal-hal tidak tertanggung jawab.
"Sasarannya yang lulus pelaksanaan UN harus berkualitas agar
Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan
jujur," tandas Mendikbud.
Mengenai standar kelulusan, ia mengatakan, belum ditetapkan
apakah tetap di angka 5,5 atau akan dinaikkan lagi pada UN 2013, namun
kemungkinan tingkat kesulitan dalam UN 2013 akan berubah.
Pertimbangannya pada UN 2012, tingkat kesulitannya yaitu 10
persen soal mudah, 80 persen soal sedang dan 10 persen soal sukar. Untuk
UN 2013 kemungkinannya soal sukar akan ditambah menjadi 20 persen, lalu
soal mudah sebanyak 10 persen dan soal sedang sebanyak 70 persen.
"Ini masih belum ditetapkan sehingga perlu dimatangkan lagi agar
penerapannya benar - benar menjawab program meningkatkan kualitas SDM
warga Indonesia," kata Mendikbud.(micom)