Rokan Hilir Tingkatkan Kesediaan Tenaga Medis untuk Maksimalkan Pelayanan JKN-KIS

redaksi
Rokan Hilir Tingkatkan Kesediaan Tenaga Medis untuk Maksimalkan Pelayanan JKN-KIS
rls

Bagansiapiapi, Jamkesnewsâ€" Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir, Ahmad Yusuf mengungkapkan, Dinas Kesehatan Rokan Hilir terus memberikan upaya untuk meningkatkan kebutuhan petugas medis seperti dokter disetiap Fasilitas Kesehatan yang ada di Rokan Hilir. Semoga dengan adanya perekrutan dari Calon ASN juga dapat menutupi kekurangan dokter yang ada di daerah Rokan Hilir

“Tentunya nanti kita akan melakukan pelaporan update tenaga kesehatan, sarana prasarana dan legalitas kepada BPJS Kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dan membaik,” ucap Ahmad dalam Pertemuan Forum Kemitraan Kabupaten Rokan Hilir Semester II Tahun 2020 di Bagansiapiapi, Selasa (17/11)

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Wyzri Andipo juga menyampaikan, distribusi peserta JKN-KIS terdaftar sebagian besar berada di Puskesmas, sementara jenis FKTP terbanyak yaitu Puskesmaskemudian dilanjutkan dengan Dokter Praktek Perorangan (DPP).

“Hingga saat ini, ketersediaan Apotek PRB ada 3 di Kabupaten Rokan Hilir, namun masih mencukupi jika dilihat dari jumlah peserta Program Rujuk Balik (PRB) yang terdaftar. Hanya saja yang jadi kendala belum ada Apotek PRB di wilayah Bagan Batu dan sekitarnya,” ungkap Wyzri.

Ia juga menambahkan, kebutuhan dokter umum dengan Peserta JKN-KIS terdaftar belum merata dan tersebar sesuai distribusi peserta di Puskesmas dan Klinik sehingga perlu dipenuhi untuk pelayanan yang lebih maksimal. Selama masa pandemi COVID-19 pembatasan kunjungan ke FKTP diperbolehkan dan dapat diganti dengan bentuk kunjungan tidak langsung atau kunjungan online seperti pada Mobile JKN Faskes, Whatsapp, pesan singkat, atau panggilan langsung melalui telephone.

Sementara pada sisi FKRTL Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, Ilham Isnin Dolyanov menyebutkan Rasio tempat tidur di RS dan Klinik Utama dibanding penduduk 1:1000 dengan data yang ada jumlah tempat tidur tersedia sebanyak 171 dan jumlah Peserta terdaftar sebanyak 400.701 jiwa, sehingga rasio yang didapatkan adalah 0,43 : 1000. Oleh sebab itu dibutuhkan lagi tempat tidur sebanyak 230 agar rasionya sesuai dengan yang diharapkan.

“Pemanfaatan FKRTL selama 12 bulan terakhir tercatat telah dimanfaatkan sebanyak 14.266 kunjungan dengan pengakses terbanyak diakses oleh Peserta PBI APBN, yaitu sebanyak 6.258 kunjungan. Sementara kasus terbanyak pada rawat jalan, yaitu pada kasus Operasi Pembedahan Caesar ringan sebanyak 685 kasus,” terang Ilham.

Hingga saat ini di wilayah Kabupaten Rokan Hilir telah terdapat 42 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.(rls)