Total Luas Karhula di Dumai Mencapai 180,75 Hektar Yang Tersebar di 6 Kecamatan

redaksi
Total Luas Karhula di Dumai Mencapai 180,75 Hektar Yang Tersebar di 6 Kecamatan
Sar
Petugas tengah melakukan upaya pendinginan di lahan yang terbakar di Kota Dumai.
Xnewss.com, Dumai - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Dumai terus meluas. Hingga Kamis (21/03/2019) total sudah 180,75 hektar lahan di Kota Dumai yang tersebar di 6 dari 7 Kecamatan yang ada di Kota Dumai.


Hanya Kecamatan Dumai Kota yang tidak terdapat titik api, sementara 6 Kecamatan lainnya, Dumai Barat, Dumai Timur, Dumai Selatan, Bukit Kapur, Sungai Sembilan terdapat sejumlah titik api.


Hingga saat ini petugas gabungan dibawah Dansubsatgas Karhutla kota Dumai Letkol (Inf) Horas Sitinjak terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di 7 titik panas di Kota Dumai.


Dari data yang dikirim oleh Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Dumai saat ini tim gabungan masih melakukan upaya pendinginan di 7 titik panas tersebut yakni Jalan Tuanku Tambusai Perum Dumai baru 1,5 ha, Jalan Datuk Maddan Tanjung Palas 1 ha, Jalan Atan Jalaluddin Teluk Makmur 2 ha, jalan Siliwangi/Arifin Ahmad Tanjung Palas 2 ha, Jalan Seruni Gatot Subroto Bukit Timah 5 ha, jalan Parit Saru (simpang T) Bangsal Aceh 15 ha dan Jalan Simpang Sakel, Gurun Panjang 6 ha.


"Terhitung dari Januari hingga Maret ini luas hutan dan lahan di Kota Dumai yang terbakar mencapai 180,75 hektar lahan dan sejumlah titik panas baru bermunculan saat petugas melakukan upaya pendinginan dititik titik panas lainnya," ujar kepala BPBD Dumai Afrilagan.


Saat ini kita terus melakukan upaya pemadaman baik di darat maupun udara dengan helikopter bantuan dari BPBD Provinsi Riau dan helikopter milik perusahaan, tambahnya.


Pantauan dilapangan petugas gabungan pemadaman hutan dan lahan terus berjibaku memadamkan api, bahkan tak jarang petugas harus melewati kanal dan sungai untuk sampai ke lokasi titik panas yang ada.


Sejumlah alat berat seperti beko juga dikerahkan untuk memadamkan titip panas guna membuat kanal dan menggali lahan yang ada agar api tidak terus meluas ke lahan lainnya. (Sa)

Penulis
: redaksi