BNNK Sosialisasi Bahaya Narkoba di Rutan Dumai, 74 Petugas Ikuti Tes Urine

redaksi
BNNK Sosialisasi Bahaya Narkoba di Rutan Dumai, 74 Petugas Ikuti Tes Urine
Sar
Petugas Rutan Kelas II B Dumai melakukan tes urine yang digelar BNNK.
Xnewss.com, Dumai - Progres memberantas peredaran dan pengguna narkotika di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Dumai, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Dumai menggelar sosialisasi, Kamis (14/02/2019) sore.


Selain sosialisasi, BNNK Dumai bersama Satuan Narkotika Polres Dumai serta Rutan Dumai melakukan tes urine kepada seluruh pegawai dan petugas Rutan Dumai sebanyak 74 orang.


"Ada 74 pegawai dan petugas Rutan Dumai akan mengikuti tes urine. Namun karena kegiatan ini bersifat medadak atau tanpa sepengetahuan petugas, hanya 60 petugas saja yang mengikuti tes urine, alhamdulilah semua yang mengikuti negatif mengkonsumsi narkoba," ujar Kepala Rutan Kelas II B Dumai, Rindra Wardhana didampingi Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Aldino, Jumat (15/02/2019).


Sementara, 14 petugas tidak dapat mengikuti tes dikarenakan ada yang cuti dan ada yang izin dengan keperluan pribadi mereka masing-masing. Akan tetapi mereka akan mengikuti tes urine susulan di BNNK Dumai.


"Hari ini (Jumat, red) 14 orang tetap mengukit tes urine susulan di Kantor BNNK Dumai," tegas Rindra.


Menurutnya, kegiatan sosialisasi dan tes urine yang dilaksanakan mengantisipasi dan mencegah penggunaan serta keterlibatan jaringan narkoba di lingkungan Rutan Dumai. Sesuai dengan antensi Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.


"Kita berkomitmen memberantas peredaran narkoba di lingkungan Rutan Dumai. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program kita dalam memberantas barang haram tersebut," jelasnya.


Ia menyebutkan, tidak menutup kemungkinan kegiatan yang sama akan dilaksanakan dengan sasaran warga binaan. Saat ini, pihaknya mengutamakan terhadap petugas terlebih dahulu.


"Jika terdapat petugas yang terlibat akan peredaran dan pengguna narkoba akan kita tindak lanjuti dengan melaporkan kepada Kantor Wilayah untuk tundak lanjut seterusnya," pungkasnya.(Ry)

Penulis
: redaksi