Kondisi ini menyebabkan makin kecilnya kesempatan Pertamina untuk dapat memiliki dan mengelola wilayah kerja migas tersebut, khususnya blok Rokan di Provinsi Riau berlapasitas produksi mencapai 220.000 BOPD dan akan berakhir kontrak kerjasamanya pada tahun 2021.
"Perjuangan ini akan diawali dengan menggelar aksi keprihatinan di depan kantor pertamina dumai pada Rabu, 20 Juli 2018 di Jalan Putri Tujuh, dan 20 juli di jakarta, akan dilanjut mogok kerja jika tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah," sebutnya.(wadi)