Bright Gas Lebih Irit dan Aman

redaksi
Bright Gas Lebih Irit dan Aman
Net
DUMAI- Menjadi perpanjangan pemerintah dalam memberikan pelayanan dasar  kepada masyarakat Pertamina terus berbuat dan berbenah dalam menghadirkan sejumlah produk yang dapat dijangkau oleh masyarakat dan ramah akan lingkungan.


Meski tetap memikirkan keuntungan yang nantinya  akan dikebalikan kepada negara, Pertamina yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berbuat agar kebutuhan dasar masyarakat khususnya yang berasal dari dalam bumi seperti gas dan minyak dapat digunakan sutuhkan untuk kepentingan masyarakat Indonesia sebagai mana yang diatur dalam undang undang dasar Indonesia.


Sadar dengan itu semua, Pertamina terus berinovasi melalui produknya dan teranyar ditahun 2013 yang lalu tepatnya pada tanggal 13 Mei, Pertamina meluncurkan produk unggulan terbaru mereka yakni Bright gas yang dianggap akan menjadi solusi terhadap besarnya subsidi gas oleh pemerintah.


Mencari solusi agar masyarakat move on dengan mengalihkan penggunaan bahan bakar terutama gas elpigi dari gas bersubsidi ke gas non subsidi guna menekan biaya subsidi dari Pemrintah, Pertamina hadirkan produk terbaru yakni Bright gas.


Sempat tidak dilirk oleh masyarakat, nyatanya kian hari pengguna dan permintaan Bright gas terus bertambah setiap tahunnya. Hal itu tidak lepas dari keunggulan dari produk gas yang kini menjadi andalan dari Pertamina.

Selain memiliki teknologi terbaru yang diklaim aman terhadap kebocoran, api yang dihasilkan lebih biru dan terfokus nyatanya membuat keberadaan Bright gas sangat ekonomis dan menguntungkan bagi konsumennya.


Sejumlah kegiatan sosialis tentang kegunaan dan keuntungan Bright gas yang dilakukan oleh Pertamina dinilai tepat sasaran sehingga  membuat masyarakat semangkin yakin dalam menggunakan gas yang ada didalam tabung berwarna pink tersebut.


Tampilan produk lebih kokoh dengan warna pink yang dekat dengan kalangan wanita yang bersentuhan langsung dengan tabung gas nyatanya menjadikan Bright gas emangkin populer dan mulai menggeser keberadaan gas 3 KG dan gas elpigi 12 KG berwarna biru yang selam ini lekat dengan masyarakat.


Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, rumah makan dan restoran, pedagang kaki lima kini juga mulai beralih hati dan  memilih Bright gas sebagai bahan bakar usaha mereka menggantikan tabung gas melon (3 KG) yang selama ini membebankan APBN karena harus melakukan subsidi.


Rian salah seorang pedagang Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Dumai mengatakan, awalnya ia hanya mencoba beralih ke Bright gas. Namun setelah merasakan kelebihan dan keunggulan yang dihasilkan membuat ia beralih hati.


“Bright gas lebih hemat dan ekonomis. Jika dibandingan dalam penggunaan kedua produk kita akan merasakan sendiri kelebihan Bright gas yang merupakan produk non subsidi tersebut,” ungkap pria penjual ayam goreng itu.


Diakuinya, bahwa peralihan bahan bakar yang digunakannya dalam menjalankan usahanya yang menjadi tiang perekonomian keluarganya itu setelah mendapatkan informasi akan keunggulan dan kelebihan Bright gas.


“Murah, aman dan menguntungkan bagi kita kalangan pedagang merupakan kebutuhan. Meski hingga saat ini masyarakat atau dikalangan pedagang masih ada menggunakan tabung 3kg, namun kita berkeyakinan mereka akan beralih setelah mencoba Bright gas,” ujarnya seraya menjajakan barang dagangannya.


Kehadiran Bright Gas tengah menjadi buah bibir di masyarakat, hal ini disebabkan karena Bright Gas mampu memenuhi ekspektasi masyarakat yang mengharapkan produk gas yang berkualitas. Dilengkapi teknologi double spindel dengan keamanan ganda, membuat Bright Gas menjadi lebih aman untuk digunakan. 


Selain itu, Bright Gas juga dilengkapi dengan Seal Cap Barcode yang bisa discan sehingga menjamin mutu dari isi produk dan tidak bisa dipalsukan, ditambah lagi dengan tampilan yang lebih casual dan estetik membuat Bright Gas menjadi Primadona baru para Ibu zaman now.


Disisi lain, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I juga mencatat kenaikan konsumsi Bright Gas yang cukup signifikan di lima provinsi yang menjadi wilayah kerja dari Pertamina MOR I yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Ria pada masa satgas Natal 2017 dan tahun baru 2018. 


Selama periode Satgas Naru 18 – 30 Desember 2017, Bright Gas mengalami kenaikan konsumsi menjadi 17.267 tabung per hari atau mengalami kenaikan hingga 206 persen dibandingkan dengan periode satgas Naru tahun 2016 yang hanya sebesar 5.636 tabung per hari di seluruh wilayah operasional Pertamina MOR I. Konsumsi terbesar selama periode Satgas Naru 2017 terjadi di wilayah Riau dengan kenaikan mencapai 1.016 persen atau sebesar 5.015 tabung per hari dari penyaluran pada periode sebelumnya yakni 449 tabung per hari.


Diposisi kedua, Provinsi Sumatera Barat berhasil mencapai kenaikan hingga 173 persen dari 1.129 tabung per hari di periode Satgas Naru tahun 2016 menjadi 3.087 tabung per hari. Disusul oleh Provinsi Sumatera Utara yang tercatat mengalami kenaikan penyaluran harian dari 2.655 tabung per hari menjadi 5.795 tabung per hari pada Satgas Naru 2017 atau mengalami kenaikan sebesar 118 persen. 


Sedangkan untuk Provinsi Aceh kenaikan sebesar 174 persen dengan penyaluran menjadi 1.955 tabung per hari di periode Satgas Naru 2017 dari 713 tabung per hari pada satgas Naru 2016. Selanjutnya di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat penyaluran mencapai 1.200 tabung per hari naik 73 persen dari periode Satgas Naru 2016 yaitu 693 tabung per hari.


General Manager Pertamina MOR I, Erry Widiastono mengungkapan apresiasinya kepada seluruh masyarakat di wilayah kerja MOR I atas kepedulian terhadap elpiji berkualitas. 


“Bright Gas telah berhasil mengambil hati masyarakat, hal ini terlihat dari data penyaluran Bright Gas yang mengalami kenaikan signifikan dari tahun sebelumnya, terbukti masyakarat kini mulai memperhatikan faktor kualitas, keamanan, dan keselamatan dalam menggunakan bahan bakar gas”, ungkap Erry.


Tahun 2017 Permintaan Bright Gas  Tembus 83 Persen, Menjelang akhir masa kerja Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2018, PT Pertamina (Persero) terus memantau permintaan LPG di masyarakat untuk memastikan seluruh produk tersedia di pasaran.


Data Satgas RAFI 2018 menunjukkan tren positif penggunaan Bright Gas 5,5 kg bagi konsumen rumah tangga maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan peningkatan realisasi harian hingga 83 persen atau rata-rata sebesar 227 metrik ton (MT) dibanding periode yang sama Satgas 2017 sebesar 124 MT. 


Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menjelaskan dalam dua tahun kehadiran Bright Gas dengan kemasan 5,5 kg, produk LPG Non Subsidi ini disambut baik oleh konsumen rumah tangga dan UKM. Ini terlihat menonjol dengan perbandingan Satgas tahun lalu. Demikian halnya dengan penggunaan Bright Gas kemasan 12 kg yang mencatat kenaikan 11 persen dibandingkan Satgas 2017.


“Sejumlah program promosi, seperti potongan harga pembelian paket perdana ataupun skema trade in terbukti mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, hal ini terlihat dari lonjakan tajam penjualan LPG Non Subsidi kemasan tabung 5,5 kg,”katanya.


Menyambung mengenai minat konsumen terhadap Bright Gas kemasan 5,5 kg, Adiatma menuturkan produk LPG yang lebih dikenal dengan dengan slogan think pink ini mulai diterima konsumen karena memiliki keunggulan dengan teknologi katup ganda (Double Spindle Valve System). Penempatan katup pengaman pada bagian atas dan bawah akan mengurangi potensi kebocoran gas bila terjadi kerusakan pada kepala tabung. 


Tingkat keamanan kemasan Bright Gas juga terdapat pada segel pengaman yang dilengkapi dengan hologram, sehingga isinya lebih terjamin dan konsumen bisa langsung mengetahui apakah tabung tersebut asli atau tidak. Pada bagian tabung juga terdapat petunjuk tata cara menggunakan Bright Gas, berbentuk sticker safety yang berisikan pedoman benar dan aman dalam memasang dan menggunakan tabung.


“Selain lebih aman, kemasan BG juga lebih menarik dan cocok bagi konsumen keluarga modern karena nyaman dan ringan untuk dibawa serta gampang diletakkan di dapur minimalis. Produk ini sudah tersedia dimana-mana. Kami optimis, ke depan kemasan ini akan menjadi produk primadona rumah tangga dan UKM,” katanya.


Saat ini Bright Gas bisa didapatkan di SPBU serta outlet-outlet modern seperti indomaret dan sejenisnya. Bahkan, Pertamina juga menyediakan layananan antar melalui Contact Center Pertamina 1.500.000 atau melalui aplikasi Bright Home Service (BHS) yang sudah tersedia di beberapa kota besar cukup dengan download aplikasinya melalui play store atau app store. (Agung)

Penulis
: redaksi