JKN-KIS Adalah Pegangan Masa Depan

redaksi
JKN-KIS Adalah Pegangan Masa Depan
Ist
  • Xnewss.com,Dumai - Jaslan (68) merupakan seorang warga Siak Kecil Kabupaten Bengkalis yang telah menjadi Peserta JKN-KIS sejak awal beralihnya PT. ASKES menjadi BPJS Kesehatan bersama dengan istri tercinta Sukarni (64). Terdaftar sebagai Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Jaslan telah menjadi Peserta JKN-KIS yang tertib membayar iuran.

  • "Sejak jadi peserta dari pertama kali, kita harus tanamkan pendirian untuk selalu disiplin membayar iuran dan tidak perlu menunggu sakit dahulu baru membayar iuran," ungkap Jaslan yang biasa dipanggil Pak Haji oleh orang sekitar yang mengenalnya, Kamis(10/09/2020).

  • Setahun berjalan menjadi Peserta JKN-KIS, akhirnya kartu sakti JKN-KIS ini harus digunakan oleh Jaslan. Pada waktu itu dia mengalami penyumbatan pada jantungnya sehingga harus dipasang cincin untuk mengatasi penyakit tersebut.

  • "Pemasangan ring (cincin) pada jantung dilakukan di salah satu rumah sakit di Pekanbaru. Pada malam hari Saya masuk rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan lengkap lalu pada keesokan paginya langsung dilakukan tindakan operasi pemasangan cincin. Alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada kendala sama sekali untuk mendapatkan layanan kesehatan," cerita Jaslan.

  • Jaslan juga menambahkan, jika tidak menggunakan JKN-KIS mungkin Ia harus mengeluarkan biaya lebih dari 70 juta. Namun, karena menggunakan JKN-KIS semuanya dibiayai oleh BPJS Kesehatan tanpa tambahan biaya apapun hingga melakukan kontrol ulang setelah pemasangan cincin tersebut.

  • "Bukan hanya itu, Saya juga pernah mengalami kecelakaan tunggal sehingga pada saat itu Saya mengalami patah tulang sehingga harus dirujuk ke Pekanbaru lagi untuk dilakukan operasi. Alhamdulillah, semua juga berjalan lancar tanpa mengeluarkan biaya tambahan karena sudah ditanggung melalui JKN-KIS," ucap Jaslan.

  • Pada saat melakukan operasi patah tulang tersebut Jaslan mengaku, jika tidak menggunakan JKN-KIS maka Ia akan mengeluarkan uang lebih dari 34 juta. Namun, lagi-lagi dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya tersebut karena JKN-KIS hadir untuk menanggungnya.

  • "Saya yang sehari-hari bekerja sebagai petani merasa terbantu dengan keberadaan program ini karena sangat meringankan beban masyarakat dalam melakukan pelayanan kesehatan dengan biaya besar. Bayar iuran dan ikuti prosedur, cukup lakukan itu saja tidak akan ada kendala dalam mendapatkan layanan lewat JKN-KIS," terang Jaslan.

  • Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu tertib membayar iuran karena JKN-KIS berguna bagi kita sebagai pegangan di masa depan jika nanti terjadi sesuatu terhadap kesehatan kita. (Red)