XNEWSS=BANGKINANG - Bupati Kampar, H. Jefry Noer dijadualkan pada tanggal, 12 November 2012 akan secara langsung melakukan kegiatan pencanangan program Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis yang kegiatannya juga disejalankan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Kampar tahun 2012 yang acaranya dipusatkan di aula kantor Bupati Kampar di Bangkinang.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, H. Herlin Rahmola, SKM.M.Kes ketika ditemui di raung kerjanya pada Jum’at (2/11) seraya menambahkan bahwa pada puncak acara HKN tersebut Bupati Kampar akan membacakan pidato sambutan Menteri Kesehatan RI bersempena Hari Kesehatan Nasional tahun 2012. Ditambahkan Herlin Rahmola bahwa khusus untuk pencanangan program POMP filariasis tingkat Kabupaten Kampar tersebut dijadualkan Bupati Kampar, H. Jefry Noer akan secara langsung mencanangkan kegiatan pekan pemberian obat pencegah filariasis bagi seluruh warga Kampar yang sudah berumur 2 tahun ke atas.
Herlin Rahmola yang didampingi Kabid P2PL Dinas Kesehatan, Dedi Damhudi, M.Kes dan Kasi Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kampar, Sasminedi,M.Kes juga menambahkan bahwa bersempena HKN tahun 2012 dan dalam upaya menyukseskan program POMP filariasis juga digelar kegiatan symposium penanggulangan dan pencegahan filariasis dengan menghadirkan empat orang pakar.
Selanjutnya Dedi Damhudi dan Sasminedi memaparkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar ternyata di Kampar ditemukan 9 kasus penyakit filariasis atau yang lazim dikenal masyarakat dengan nama penyakit kaki gajah. Rinciannya pada tahun 2011 ditemukan 7 kasus filariasis di lima kecamatan yakni di Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kampar Kiri, Tapung, Kampar dan di Kecamatan Perhentian Raja. Dan pada pertengahan tahun 2012 kembali ditemukan 2 kasus penyakit filariasis di Kecamatan Kuok yakni di Desa Silam.
Justru karenanya di Kabupaten Kampar akan digelar kegiatan pekan pemberian obat pencegah filariasis yang mulai digelar pada tanggal, 12 November 2012 dan karenanya diminta kepada seluruh warga masyarakat yang telah berumur diatas 2 tahun untuk mendatangi pusat-pusat atau lembaga pengelola tempat pelayanan kesehatan diseluruh wilayah Kabupaten Kampar.
Ditambahkan Dedi Damhudi dan Saminedi bahwa filariasis adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun yang disebabkan cacing filarial dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit filariasis dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara dan kelamin wanita. Semua orang baik laki-laki, perempuan, anak-anak dan orang tua dapat terserang penyakit filariasis.
Filariasis ditularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing (mikrofilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Pada waktu nyamuk mengisap darah, mikrofilaria akan terhisap dan masuk ke dalam badan nyamuk. Dalam waktu 1-2 minggu kemudian microfilaria berubah menjadi larva dan dapat ditularkan kepada orang lain sewaktu nyamuk menggigitnya.
Salah satu cara mencegah penularan penyakit filariasis adalah dengan mengikuti program Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) filariasis yang dilaksanakan Puskesmas atau ditempat-tempat pengelola kesehatan masyarakat. Obat yang diberikan berupa tablet. Satu kali periode memakan obat akan menyebabkan si pemakan obat akan bebas dari serangan penyakit filariasis selama 5 tahun, ujar Dedi Damhudi dan Sasminedi seraya berharap agar segenap lapisan masyarakat Kampar dapat mengikuti program POMP.
Secara terpisah Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Kuok, H. Akhyar, SKM ketika ditemui di Kuok pada Jum’at (2/11) mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi penanggulangan penyakit filariasis di wilayah kerjanya telah dilakukan dengan menghadirkan pembicara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar yakni Kasi P2P, Sasminedi, S.KM. Pada acara sosialisasi penyakit filariasis tersebut hadir seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kuok, para kader Posyandu, tokoh masyarakat dan seluruh petugas kesehatan se-Kecamatan Kuok. Intinya, seluruh warga Kecamatan Kuok siap untuk menyukseskan kegiatan pecan POMP filariasis, ujar H. Akhyar.
sumber
rilis