XNEWSS-TELUK KUANTAN - Sebanyak 29.559 orang anak usia dini di Kabupaten Kuantan Singingi belum menikmati lembaga non formal, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Demikian disampaikan Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HImpaudi) Kuansing Hj Yeni Zulkifli di Desa Sungai Sirih Kecamatan Singingi, Kamis (1/11)
Menurut Yeni, anak usia dini di Kuansing saat ini berjumlah 35.825 jiwa yang tersebar di seluruh kecamatan. Dari jumlah tersebut, yang mengenyam pendidikan, baik formal maupun non formal berjumlah 6.266 jiwa yang ada di 150 taman kanak-kanak dan 56 lembaga PAUD.
"Sangat banyak anak-anak kita yang butuh pendidikan sejak usia dini. Dari jumlah yang ada, sekitar 29.559 jiwa yang belum menikmati pendidikan PAUD ini," ujar Yeni Zulkifli saat menyampaikan sambutan pada acara pembinaan lembaga PAUD di Desa Sungai Siri Kecamatan Singingi, kemarin.
Turut hadir dalam kegiatan pembinaan ini adalah Penasehat Himpaudi Kuansing Hj Juita Alfis Sukarmis dan sejumlah pengurus lembaga non formal tingkat kabupaten lainnya.
Ditambahkannya, bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan non formal ini sangat besar. Hal ini terbukti dengan makin banyaknya masyarakat yang mengikutkan anak-anaknya dalam program PAUD. "Namun masih banyak anak-anak kita yang belum menikmati PAUD," katanya lagi.
Disebutkannya, PAUD merupakan salahsatu kunci dari keterpurukan bangsa, khususnya dalam meningkatkan sumber daya yang handal di tengah masyarakat. Jika sejak dini anak sudah diberikan pendidikan, tentu katanya akan mampu menjadikan mereka anak yang cerdas generasi yang berguna dan bermanfaat bagi bangsa.
Sementara itu, Pensehat Himpaudi Kuansing Hj Juita Alfis Sukarmis menambahkan, supaya masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya pendidikan sejak dini kepada anak-anak guna mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di Kabupaten kuansing.
Setelah melaksanakan pembinaan di Singingi, rombongan melanjutkan ke Kecamatan Singingi Hilir. Jumat (2/11) hari ini, kegiatan ini dilanjutkan ke Kecamatanb Hulu Kuantan dan Kuantan Mudik.
Reporter
Amrizal