Lanjunya menjelaskan, truk yang tidak boleh melintas selama arus mudik adalah truk pengangkut bahan bangunan, kayu log, batubara, pengangkut CPO dan truk sumbu. Nantinya sejumlah truk masih bisa melintas. Di antaranya truk bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM), angkutan bahan pangan dan sembako.
Pihaknya juga menempatkan personel untuk menguji kelayakan bus angkutan lebaran di Terminal AKAP Klakap Tujuh dalam membantu personel Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang ada di terminal.
"Kami berupaya agar bus yang mengangkut pemudik layak jalan. Maka kami memeriksa kondisi kendaraan bus yang masuk terminal," jelasnya.
Secara keseluruhan ada 238 personel gabungan mengawal arus mudik di Kota Dumai. Tim berasal dari berbagai instansi di antaranya Dinas Perhubungan Dumai, Polres Dumai, unsur TNI, KPP Bea Cukai Dumai dan Distrik Navigasi Dumai.
Pihak dinas perhubungan mendirikan sejumlah posko guna mendukung arus mudik. Di antaranya Posko Sekrtariat di Kantor Dinas Perhubungan Dumai Jalan HR Soebrantas, Posko perhubungan darat di Pelabuhan Roro Dumai-Rupat, Posko Perhubungan Laut di Terminal Penumpang Pelindo Dumai dan Posko Udara di Bandara Pinang Kampai.
"Di tiap posko ada personel yang siaga dan siap membantu para pemudik," ungkapnya. (Wadi)
-
Daerah
-
Daerah
-
Daerah
-
Daerah
-
Daerah
-
Daerah