XNEWSS--DUMAI----Terhitung mulai kampanye Pilkada beberapa tahun lalu, hingga pelaksanaan Safari ramdhan 2012 di masjid Nurul AS'AD, H khairul Anwar selaku walikota Dumai telah mengubar janji akan memperbaiki jalan Garuda Simpang Murini selaku jalan masuk menuju tiga kelurahan yang ada dikecamatan Bukit Kapur.
Hal hasil, Selasa 30 Oktober warga dari kelurahan Bukit Nenas,Kelurahan Kampung Baru,kelurahan Gurun Panjang untuk bergotong royong bersama memperbaiki kondisi Jalan yang cukup memperhatinkan itu. Secara bersamaan , mereka menilai walikota Dumai pembenggak atau pembohong." Kita menuntut janji walikota, waktu kontrak politik pada masa kampanye bila menang, akan memperbaiki badan jalan garuda simpang Murini selaku jalan masuk menuju tiga kelurahan, membangun lapangan Sepak Bola, serta memberikan penerangan jalan. Janji itu diperkuat saat Safari Ramadhan di Masjid Nurul As'AD Simpang Murini, dihadapan jamaah berjanji segera mungkin di dalam tahun ini untuk memperbaiki badan jalan Garuda, itu sudah di tulis pakai tinta mas di deari aktifitas walikota Dumai,"jelas Ibrahin selaku juru bicara warga dari tiga kelurahan kepada Xnewss.com Selasa disela-sela kegiatan gotong royong.
Menurut Ibrahim, awalnya warga mendapat siknal segar itu terasa gembira, namun dimusin hujan yang badan jalan kayak bubur, warga mulai protes dan sempat akan mendatangi kediaman wako atau ke kantornya. Untung secapatnya di cegah oleh pemuka masyarakat dan Kapolsek Bukit Kapur sehinga warga ambil inisiatif mencari jalan keluar.
Bayangkan, akibat ulahnya itu. Ketua Tim sukses kemenangannya waktu pilkada kini menjadi bulanan-bulanan warga. Untuk saja disikapi dengan seksama. Jalan keluar dari protes warga, secara bahu membahu baik pengusaha maupun para timsukses yang ada melakukan patongan, sehingga terkumpul sebanyak 12 juta , makanya diadakan gotong royong melebarkan jalan hingga menampal sulam badan jalan yang rusak dengan semen dan batu kerikil bahkan menyewa alat berat untuk meratakan badan jalan, terang Ibrahim lagi.
H Abdul Hakim, selaku yang dinilai bertangung jawab atas janji walikota menjikapi hal itu dengan bijak. Didampingi kapolsek mengawal warga agar tidak anarkis bila melihat mobil plat merah serta mengurungi niat untuk tidak ke kantor walikota Dumai.
Kapolsek Bukit kapur, mengungkapkan hal sama. Secara berlahan warga diberikan penyelasan serta pemahaman. Agar mereka tidak membuat anarkis. tetapi warga terkesan memang sedikit kesal dengan janji, tapi terobati dengan adanya kebijakan dari beberapa pengusaha serta tokoh tersebut yang mengambil sikap memperbaiki median jalan dengan swadaya.
Pantaauan Xnewss , Warga secara berlahan-lahan berkumpul untuk mengelar gotong royong sambil menyatukan presepsi akan berangkat ke kantor walikota Dumai menuntut janji. Namun cepat dicegah pihak kepolisian setempat dan para tokoh, sehingga dana swada terkumpul 12 juta dan warga mulai memperbaiki. Tetapi terkesan janji walikota Dumai tetap dituntut, jika tidak ingin dinilai sebagai pemimpin pembohong.
Reporter
Mislan