Petugas kemudian melakukan pengembangan dan kembali menemukan satu paket sabu yang disimpan di dalam tas selempang hitam bersama timbangan digital. Selain itu, polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti lain berupa dua unit telepon genggam, satu unit mobil Toyota Rush warna putih, satu unit sepeda motor Yamaha Gear, alat hisap sabu, mancis obor, hingga plastik pembungkus.
"Dari hasil pemeriksaan urine, kedua tersangka dinyatakan positif mengandung methamphetamine. Saat ini seluruh barang bukti dan tersangka sudah diamankan di Polres Dumai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," terang AKP Riza Effyandi.
AKP Riza Effyandi, S.H., M.H. juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Dumai. Ia mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkotika di Kota Dumai. Peran masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian memutus mata rantai peredaran barang haram ini," ungkap AKP Riza Effyandi, S.H., M.H. saat memberikan keterangan wawancara.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Polres Dumai juga mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba. Apabila menemukan tindak kriminal maupun peredaran narkotika, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam. (Rilis)