Pernyataan sikap ini ditandatangani langsung oleh Ketua FPK-LKKMD Chandra Abdul Ghani beserta Sekretaris Zainal Arif, S.Pi, serta puluhan ketua suku dan pimpinan organisasi lintas etnis mulai dari Ikatan Keluarga Suku Jawa, Kekerabatan Masyarakat Batak, Ikatan Keluarga Minang, hingga perwakilan suku Aceh, Melayu, Tionghoa, Nias, Sunda, Maluku, dan etnis lainnya di Dumai.

Dalam dokumen pernyataan sikap tersebut, para tokoh menyampaikan harapan agar niat baik pembentukan DOB Riau Bagian Pesisir dapat segera diwujudkan dalam waktu secepatnya demi kemajuan bersama dan pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Riau.

Menanggapi gelombang dukungan luas ini, Ketua DPC GRIB Jaya Kota Dumai, Drs. Kimlan Antoni, S.H, menyambut positif langkah konsolidasi lintas elemen masyarakat yang terangkum dalam FPK-LKKMD. Menurutnya, keinginan pembentukan daerah otonomi baru adalah cerminan kebutuhan nyata masyarakat akan percepatan pembangunan yang merata dan pengelolaan sumber daya wilayah yang lebih dekat dengan rakyat.
“Kami di GRIB Jaya Kota Dumai sangat mengapresiasi persatuan dan kesatuan berbagai elemen masyarakat Dumai yang bersatu mendukung kemajuan wilayah. Pembentukan daerah otonomi baru harus dijalankan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Kimlan Antoni. Ia menegaskan, GRIB Jaya siap mendampingi dan mengawal aspirasi masyarakat agar terwujud dengan tata kelola yang baik dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Ketua Srikandi GRIB Jaya Kota Dumai, Rahma Yani yang akrab disapa Yeni Jati, menyatakan dukungan kaum perempuan dan keluarga besar Srikandi GRIB Jaya terhadap aspirasi kemajuan wilayah tersebut. Menurutnya, pembentukan daerah otonomi baru yang terencana dengan baik akan membuka peluang pemerataan kesejahteraan, termasuk peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir Riau.
“Kemajuan wilayah adalah kemajuan keluarga dan masyarakat. Kami berharap pembentukan DOB Riau Bagian Pesisir kelak benar-benar menyentuh kesejahteraan rakyat kecil, perempuan, dan anak-anak di wilayah pesisir, bukan hanya untuk kepentingan segelintir pihak,” tegas Yeni Jati.
Pernyataan sikap lintas etnis dan organisasi ini menjadi bukti nyata kebersamaan masyarakat Dumai dalam mendorong kemajuan wilayah Riau Bagian Pesisir, sekaligus menegaskan bahwa aspirasi pemekaran wilayah tumbuh dari kesadaran bersama demi kesejahteraan yang lebih adil dan merata. (Agung)