Kimlan juga mengingatkan proses pemilihan harus berjalan profesional, bersih dari tekanan pihak luar atau calon titipan. Pemimpin yang dipilih lewat jalur titipan ibarat “membeli barang dalam karung” " kualitasnya tak terjamin dan sulit membawa perubahan nyata.
“Jangan ada tekanan atau titipan. Kalau dipilih dengan cara itu, sama saja kita menutup peluang kemajuan olahraga Dumai. Kita butuh pemimpin yang bekerja tulus, jujur, dan berjuang demi prestasi, bukan demi kepentingan pribadi,” tutup Kimlan Antoni. (Agung)