3M Syarat Mutlak Ketua KONI Dumai: Mengerti Olahraga, Mampu Cari Dana, Jaga Integritas

redaksi
3M Syarat Mutlak Ketua KONI Dumai: Mengerti Olahraga, Mampu Cari Dana, Jaga Integritas
Xnewss.net,DUMAI - Pemilihan Ketua KONI Kota Dumai ke depan tak boleh lagi sekadar formalitas. Agar olahraga Dumai bisa melesat dan bersaing di kancah provinsi hingga nasional, calon pemimpin KONI wajib memiliki tiga syarat utama yang disebut 3M: Mengerti olahraga, Mampu mencari dana, serta Menjaga netralitas dan integritas.

Hal itu ditegaskan Drs. Kimlan Antoni, SH, pemerhati sekaligus pencinta olahraga Kota Dumai yang pernah menjabat sebagai ketua beberapa cabang olahraga (cabor). Menurutnya, selama ini kepemimpinan KONI Dumai belum pernah mampu mengantar daerah masuk ke jajaran tiga besar dalam ajang Porprov maupun kejuaraan lainnya. Kegagalan itu bukan tanpa sebab.

“Selama ini belum pernah Dumai mencapai target tiga besar di Porprov maupun ajang lainnya. Ini terjadi karena ketidakseriusan dan ketidakmampuan KONI mengelola organisasi serta mencari dana untuk pembinaan atlet dan cabor yang ada. KONI masih terlalu bergantung pada hibah APBD saja,” ungkap Kimlan Antoni.

Ketergantungan tunggal pada anggaran daerah dinilai sangat membatasi langkah pembinaan. Dana APBD jelas tidak akan cukup untuk menutup kebutuhan pelatihan, pengiriman atlet, dan pengembangan sistem prestasi jangka panjang. Karena itu, calon ketua KONI yang terpilih nanti harus punya kemampuan penggalangan dana (fundraising) dari luar sumber pemerintah.

Selain mampu mencari dana, calon ketua harus benar-benar paham dunia keolahragaan, terutama sistem pembinaan atlet prestasi. Pemimpin KONI harus punya visi dan target jelas untuk meraih prestasi di Porprov, PON, hingga ajang bergengsi seperti SEA Games. Kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang kuat juga menjadi syarat mutlak agar seluruh cabor bisa bersatu, diperlakukan adil tanpa pilih kasih atau tebang pilih.

“Ketua terpilih nanti wajib menjaga integritas. Jangan sampai mengorbankan pembinaan atlet demi kepentingan lain. Semua cabor di bawah naungan KONI harus diperlakukan adil, tidak boleh ada diskriminasi,” tegasnya.

Transparansi keuangan juga menjadi penekanan khusus. Anggaran harus dikelola terbuka dan digunakan sesuai peruntukannya. Ketua dan pengurus KONI sebaiknya tidak menerima gaji; biaya operasional hanya untuk staf kantor demi efisiensi dan fokus pada pembinaan.

Kimlan juga mengingatkan proses pemilihan harus berjalan profesional, bersih dari tekanan pihak luar atau calon titipan. Pemimpin yang dipilih lewat jalur titipan ibarat “membeli barang dalam karung” " kualitasnya tak terjamin dan sulit membawa perubahan nyata.

“Jangan ada tekanan atau titipan. Kalau dipilih dengan cara itu, sama saja kita menutup peluang kemajuan olahraga Dumai. Kita butuh pemimpin yang bekerja tulus, jujur, dan berjuang demi prestasi, bukan demi kepentingan pribadi,” tutup Kimlan Antoni. (Agung)