Ratusan Siswa Dua SD di Dumai Timur Diduga Keracunan Usai Menyantap Makan Bergizi Gratis

Dampak meluas ke SDN 014 dan SDN 015 Buluh Kasap; masyarakat minta pengusutan menyeluruh serta pertanggungjawaban serius
redaksi
Ratusan Siswa Dua SD di Dumai Timur Diduga Keracunan Usai Menyantap Makan Bergizi Gratis
Xnewss.net, DUMAI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan di Kota Dumai. Ratusan siswa dari SD Negeri 014 dan SD Negeri 015 dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan melalui dapur pelaksana program MBG di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.

Kejadian ini memicu gelombang keresahan di kalangan orang tua maupun masyarakat luas. Warga serta kelompok pemuda wilayah Teluk menegaskan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan harus ditangani secara serius dan transparan oleh pihak yang berwenang maupun pihak penyelenggara program.

“Jangan sampai kalian meracuni anak-anak, generasi penerus bangsa ini. Kami mendukung sepenuhnya Program MBG karena tujuannya sangat baik, yaitu meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Tapi jangan sampai program yang seharusnya memberi manfaat kesehatan justru membawa penyakit bagi mereka,” ujar perwakilan masyarakat dan pemuda.

Masyarakat mendesak instansi berwenang untuk segera mengusut kasus ini secara menyeluruh. Pemeriksaan harus mencakup seluruh rangkaian proses: mulai dari asal-usul bahan baku, cara pengolahan, kebersihan dapur penyedia, sistem distribusi makanan, hingga identifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan kualitas keamanan pangan program MBG.

Selain itu, warga juga meminta agar dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh siswa yang terdampak, serta diambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Secara prinsip, masyarakat menyambut baik kehadiran Program MBG karena dinilai memiliki tujuan yang mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Namun demikian, pelaksanaannya wajib menempatkan keamanan pangan, kebersihan, serta kualitas makanan sebagai prioritas utama demi keselamatan penerima manfaat.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait tidak memandang persoalan ini sebagai hal sepele. Apabila ditemukan unsur kelalaian dalam penyelenggaraan penyediaan makanan, harus ada evaluasi menyeluruh dan pertanggungjawaban yang jelas. Keselamatan anak-anak tidak boleh dipertaruhkan demi kepentingan apa pun. (Tim)