Harga Kelapa Anjlok, Mahasiswa Demo

Agung
Harga Kelapa Anjlok, Mahasiswa Demo

PEKANBARU (Riau)- Terus anjloknya harga kelapa beberapa waktu terakhir,telah berdampak pada terjadinya gejolak ekonomi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Karena itulah,Selasa (23/10) puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indragiri Hilir (HIPPMIH) mengelar aksi unjuk rasa, dikantor Gubernur Riau, mereka meminta pemerintah memperhatikan nasib petani kelapa yang kehidupannya semakin hari semakin mengkahwatirkan seiring terus menurunnya harga jual Kelapa.

Menurut Ketua Umum HIPPMIH Mahmudin, sebagai daerah penghasil kelapa terbesar di Riau, saat ini kesejahteraan para petani sangat memprihatinkan. "Saat ini harga kelapa hanya Rp 200 sampai Rp 500 per kilonya,kondisi ini tentunya sangat tidak baik dan menyakitkan bagi para petani," kata Mahmudin dalam pernyataan sikapnya.

Terus merosostnya harga Kelapa di Inhil saat ini menurut Mahmudin dikarenakan keberadaan PT Pulau Sambu di Inhil, keberadaan perusahaan dalam melakukan permainan harga telah menyebabkan kerugian bagi para petani kecil Inhil.

"Menyeruak keterlibatan pihak-pihak swasta dalam permainan harga kelapa ini. Makanya disini kita minta pemerintah dan DPRD agar bisa membuat regulasi mengenai standar harga kelapa,agar tidak ada lagi pihak-pihak yang berani memainkan harga," pinta Mahasiswa.

Setidaknya terdapat empat tuntutan Mahasiswa dalam mengantisipasi terus turunnya harga kelapa tersebut, diantaranya mendesak  DPRD Riau untuk membuat Perda standarisasi harga minimal kelapa. Mendesak pencabutan izin operasional PT Pulau Sambu. "Kita juga minta DPRD Riau agar merealisasikan APBD untuk penanganan tanggul kelapa," tegasnya. (xnewss/nik)